Pada blog ini saya menyediakan kategori yang free dan ada juga mengeluarkan sedikit biaya....skripsi, tesis, dan juga TA yang lengkap dengan isinya. Bagi anda yang mau sedikit ngeluarin doku buat skripsi, TA, Tesis.
Email:
fladjah@gmail.com
YM: fladjah
Untuk bahan-bahan yang belum tersedia disini bisa email or telp/sms dengan mengirimkan Judul atau mungkin bahan yang berkaitan
Tampilkan postingan dengan label Skripsi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Skripsi. Tampilkan semua postingan

Skripsi-skripsi Farmasi

Senin, 07 Desember 2009

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT MASYARAKAT UNTUK MEMBELI OBAT GENERIK DI KELURAHAN GEDONGKIWO KECAMATAN MANTRIJERON KOTA YOGYAKARTA
INTISARI

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat masyarakat untuk membeli obat generik di kelurahan Gedongkiwo, kecamatan Mantrijeron, kota Yogyakarta, dan untuk mengetahui faktor yang lebih kuat pengaruhnya terhadap minat masyarakat membeli obat generik; di antara faktor sikap dan norma subyektif.

Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey. Bahan yang digunakan adalah data primer, sedangkan alat yang digunakan adalah kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan kriteria: masyarakat kelurahan Gedongkiwo, kecamatan Mantrijeron, kota Yogyakarta yang akan, sedang atau telah melakukan pembelian obat generik, berumur lebih dari 15 tahun dan berpendidikan minimal SLTP, memiliki pekerjaan dan pendapatan (gaji). Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 150 orang yang diambil secara proporsional dan random dari 18 RW. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda.
Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Rata-rata skor minat untuk membeli obat generik sebesar 3,11 dengan deviasi standar 0,45. Hal ini menunjukkan bahwa minat masyarakat Gedongkiwo untuk membeli obat generik tergolong kuat. (2) Variabel yang lebih kuat pengaruhnya terhadap minat masyarakat Gedongkiwo untuk membeli obat generik adalah norma subjektif. Hal ini ditunjukkan oleh nilai koefisien regresi baku β2=0,494, yang lebih besar dibanding nilai koefisien regresi baku variabel sikap (β1=0,446).
Kata kunci: obat generik, sikap, norma subyektif, minat


ABSTRACT
Introduction

Colorectal cancer (CRC) are the second most common of cancerrelated deaths in developed countries. In Indonesia, the incidence of colon and rectal cancer ranks as one of the ten most common cancer in country. Observation from the archived data especially in RS Dr Sardjito showed the increased in numbers in the most recent consecutive years alone, 2002 to 2004. The barium enema examination (BEE) is the mainstay of radiologic in detection of colorectal cancer. It is an accurate, cost-effective, and safe method with the overall sensitivity is greater than 90% for the detection of adenomas larger than 1 cm. There are two types of BEE namely single contrast and double contrast barium enema. The double contrast examination has greater sensitivity for the detection of lesions smaller than 1 cm. Usually, both are being used in the radiologic setting in detecting CRC which the timely diagnosis later was confirmed by histopathologic test as gold standard procedure. The objective of the study was to determine the accuracy of BEE as routinely performed in the detecting clinically important CRC in RS DR Sardjito, as well as to correlate between BEE and histopathological finding. The
hypothesis was, BEE was accurate and has a correlation with histopathological finding in detecting CRC.

Method
Retrospective-descriptive study was carried out on 223 subjects of CRC whose undergone Colon In Loop with BEE and histopathological examination from January 2002 to December 2004. The aim in this study was to evaluate the accuracy of barium enema in detecting CRC at RS Dr Sardjito with the used of histopathological findings as a gold standard. Data were analyzed using Table 2 X 2 and Spearman rank correlation.

Results
The results showed a significance (p<0.05) between the BEE and histological finding in detecting CRC. However, the accuracy of BEE was not high enough due to the biases that occurred in the study design (82%). Conclusion The hypothesis was accepted. The utility of barium radiography mostly dependent upon the skill of the radiologist in reading the subtleties of the resultant film. Additionally, successful studies are dependent upon the patient’s preparation and cooperation during the procedure as well as the result interpretation and double reading from the histopathological findings. Keywords:Barium enema, detection, colorectal cancer,histopathologic. PERSEPSI PASIEN RAWAT INAP TERHADAP KUALITAS PELAYANAN OBAT DI BANGSAL PENYAKIT DALAM HOSPITAL PAKAR PERDANA DI KELANTAN, MALAYSIA
INTISARI
Pelayanan kesehatan yang bermutu adalah pelayanan kesehatan yang dapat memuaskan setiap pemakai jasa pelayanan sesuai dengan tingkat kepuasan rata-rata penduduk, serta penyelenggaraannya sesuai dengan tingkat kode etik dan standar pelayanan yang telah ditetapkan. Dengan demikian dua unsur yang terpenting dalam penilaian pelayanan kesehatan adalah tingkat kepuasan pemakai jasa (pasien), dan pemenuhan standar pelayanan yang telah ditetapkan. Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mengetahui persepsi pasien sebagai pengguna layanan rawat inap terhadap kualitas pelayanan obat di bangsal penyakit dalam Hospital Pakar Perdana, Malaysia.
Penelitian ini bersifat deskriptif non-eksperimental yang memberikan gambaran tentang pelayanan yang diberikan oleh bangsal penyakit dalam Hospital Pakar Perdana Kelantan, Malaysia. Sebelumnya dilakukan uji validitas dan realibilitas sebanyak 30 responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode accidental sampling sebanyak 100 responden. Data telah diuji dengan mencari mean, dan standard deviation.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa pasien mempunyai persepsi yang baik terhadap kualitas pelayanan obat pada pasien rawat inap di bangsal penyakit dalam Hospital Pakar Perdana. Dari hasil penelitian juga didapatkan bahwa pasien mempunyai penilaian yang baik terhadap dimensi tangible, pasien mempunyai penilaian yang baik terhadap realibility, pasien mempunyai penilaian yang baik terhadap responsiveness, pasien mempunyai penilaian yang baik terhadap assurance, dan pasien mempunyai penilaian baik terhadap empathy.
Kata Kunci: Persepsi pasien, rawat inap dan kualitas pelayanan obat


Selengkapnya...

Skripsi Gizi

Minggu, 06 Desember 2009

Judul Skripsi:
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN GIZI OLAHRAGA DENGAN KESEGARAN KARDIORESPIRASI ATLET SEPAKBOLA PERSIBA BANTUL TAHUN 2007
Kisi-Kisi ISI:
Disini saya memberikan kisi-kisi skripsi dengan menuliskan daftar isi skripsi dimana daftar isi cukup mewakili isi skripsi secara keluruhan. Nah bagi calon sarjana yang tertarik untuk menjadikannya sebagai acuan dalam menuiliskan skripsi, kalau mau dipake semuanya juga boleh, tinggal dosen setuju ga''hehehehee..... Selengkapnya...

Skripsi Teknik Informatika

BILLING WARNET BERBASIS CLIENT SERVER MENGGUNAKAN INTERNET DIRECT (INDY) 8.0.25
ABSTRAK
Billing Internet Berbasis Client Server Menggunakan Internet Direct (Indy) 8.0.25 dibuat untuk memudahkan proses monitoring komputer client yang terhubung di dalam sebuah jaringan Local Area Network (LAN) dan biasanya digunakan di warung internet. Proses monitoring dapat dilakukan langsung dari komputer server.
Billing Internet Berbasis Client Server Menggunakan Internet Direct (Indy) 8.0.25 dapat berfungsi sebagai aplikasi pengolahan data. Proses pengolahan data tersebut dapat dilakukan dengan mudah dan cepat karena Billing Internet Berbasis Client Server Menggunakan Internet Direct (Indy) 8.0.25 memiliki salah satu kelebihan yaitu tampilan yang user friendly.
Billing Internet Berbasis Client Server Menggunakan Internet Direct (Indy) menggunakan MySQL sebagai database server-nya. Sehingga data-data administrator, operator, anggota dan nonanggota yang berkaitan dengan warung internet dapat terjaga keamanannya, terintegrasi, serta dapat dengan mudah diolah dan diakses.
Dengan adanya sistem billing, user juga dapat dengan mudah mengatur serta mengkonfigurasi sendiri jumlah biaya atau jumlah waktu yang ingin mereka gunakan dalam mengakses internet. Hal ini mungkin karena Billing Internet Berbasis Client Server Menggunakan Internet Direct (Indy) 8.0.25 menyediakan fasilitas yang dapat digunakan oleh user untuk mengatur dan mengkonfigurasi jumlah biaya serta jumlah waktu pemakaian internet.




Selengkapnya...

Skripsi Teknik Elektro

SISTEM PENETASAN TELUR BERBASIS MIKROKONTROLER AVR ATMEGA 8535
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Mesin penetas telur sudah bukan hal yang asing bagi kalangan peternak, khususnya mesin penetas telur unggas. Mesin penetas telur unggas banyak digunakan para peternak dan petani untuk menetaskan telur unggas, seperti: ayam, itik, puyuh dan walet. Hal ini dikarenakan sifat-sifat alami unggas tersebut yang mempunyai keterbatasan daya tampung pengeraman, sementara kebutuhan protein hewani berupa telur dan daging unggas, terutama ayam makin meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dan perbaikan taraf hidup. Bahkan, seiring dengan perkembangan teknologi, industri-industri peternakan di negara-negara maju juga mengalami perkembangan dengan adanya industri penetasan telur skala besar dengan kapasitas ribuan telur per hari. Oleh karena itu, mesin penetas telur digunakan untuk mengatasi keterbatasan sifat-sifat alami dari unggas tersebut. Mesin tetas dapat menetaskan telur dalam jumlah besar sekaligus dan berfungsi menggantikan induk unggas yang seharusnya mengerami telur-telur itu.
Pada dasarnya, mesin penetas telur bekerja menciptakan kondisi yang sesuai dengan kondisi indukan saat menetaskan telur. Kondisi tersebut berupa parameter-parameter suhu, kelembaban, sirkulasi udara dan pemutaran telur yang kesemuanya mendukung penetasan telur. Tanpa parameter-parameter tersebut, daya tetas telur dapat rusak atau hilang. Kelembaban merupakan parameter yang harus diatur agar sesuai dengan kondisi yang ideal untuk penetasan telur.


Selengkapnya...

Skripsi MIPA

INTISARI
STUDI AWAL UNTUK MENGANALISA KINERJA ENERGI LISTRIK PADA GEDUNG FISIKA F-MIPA UGM YOGYAKARTA
Telah diteliti kinerja pemakaian energi listrik pada Gedung Fisika F-MIPA UGM Yogyakarta, diperoleh simpulan bahwa nilai Intensitas Konsumsi Energi (IKE) pada Gedung Fisika F-MIPA adalah 23,46 kWh/m2-tahun. Dari hasil tersebut, maka audit rinci tidak perlu dilakukan karena nilai IKE yang diperoleh dari audit awal masih di bawah rata-rata nilai IKE standar yaitu 200-230 kWh/m2-tahun. Pencarian kemungkinan penghematan energi dengan meneliti sumber pencahayaan menggunakan lampu uji tetap dilakukan. Tujuan digunakannya lampu uji adalah untuk mengetahui tingkat pencahayaan lampu tersebut untuk dijadikan alternatif dalam penghematan energi. Berdasarkan hasil pengukuran terhadap lampu uji didapatkan bahwa penggunaan energi listrik untuk
pencahayaan masih dapat dihemat dengan penggantian lampu yang lebih efisien.
Kata kunci : Analisa, Kinerja, Energi listrik


KOMPOSIT TiO2-SiO2 UNTUK MENINGKATKAN KETAHANAN LUNTUR ZAT WARNA MALACHITE GREEN PADA KAIN KATUN
INTISARI
Telah dilakukan preparasi dan karakterisasi komposit TiO2-SiO2 serta uji aktivitasnya dalam meningkatkan ketahanan luntur zat warna malachite green pada kain katun.

Preparasi komposit TiO2-SiO2 dilakukan dengan menggunakan metode sol-gel pada temperatur kamar menggunakan titanium(IV) tetraisopropoksida (TTIP) dan tetraetilortosilikat (TEOS) sebagai prekursor titania dan silika. Pada tahap preparasi telah dipelajari pengaruh variasi mol silika terhadap karakter komposit TiO2-SiO2 yang terbentuk. Karakterisasi dilakukan dengan menggunakan metode spektroskopi UV-Vis, spektrofotometri inframerah, dan difraksi sinar-X. Peningkatan ketahanan zat warna malachite green (MG) pada serat selulose terhadap proses pencucian (leaching fastness) dilakukan dengan pembentukan komposit nanosol TiO2-SiO2-zat warna MG dengan menggunakan metode sol-gel. Pewarnaan dilakukan dengan teknik pencelupan (dip coating). Sol komposit TiO2-SiO2 dicampurkan dengan zat warna malachite green kemudian dilakukan pewarnaan kain. Uji ketahanan luntur warna pada kain (leaching test) dilakukan dengan merendam kain sampel dalam larutan SDS 1% (dalam air) pada temperatur kamar selama 1 jam. Setelah uji ketahanan luntur, reflektansi kain ditentukan dengan reflektansi spekuler UV-Vis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelapisan komposit TiO2-SiO2-MG dan SiO2-MG pada serat selulosa dapat meningkatkan katahanan luntur warna MG, dengan kain berlapis SiO2-MG mempunyai ketahanan luntur yang paling baik.
Kata kunci : TiO2-SiO2, sol-gel, coating, leaching
Selengkapnya...

Skripsi Kedokteran

I. JUDUL

Evaluasi Pola Penatalaksanaan Kemoterapi pada Pasien Kanker Payudara (Breast Cancer) di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta periode Juli-Desember 2006.

II. INTISARI


Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang paling mematikan di Indonesia, terutama untuk kaum wanita. Perkembangan kejadian kanker payudara di Indonesia dari tahun ke tahun semakin meningkat.
Kanker payudara merupakan pertumbuhan sel-sel yang berlebihan dan tak terkontrol yang mengalami invasi pada jaringan lokal dan diikuti dengan metastasis.
Untuk menangani kanker payudara pengobatannya dapat digolongkan yaitu : operasi, radiasi, kemoterapi, hormon terapi dan antibodi monoklonal. Kemoterapi merupakan salah satu jenis pengobatan yang cukup sering dilakukan pada berbagai jenis kanker. Kemoterapi adalah pengobatan sistemik yang sebagian besar dilakukan secara injeksi untuk merusak sel-sel kanker, tetapi kemoterapi juga mempunyai banyak sekali efek samping.
Dalam melakukan kemoterapi terhadap kanker payudara diperlukan suatu kerjasama yang baik antara dokter, farmasis, perawat dan anggota keluarga terdekat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pola penatalaksanaan kemoterapi pada pasien kanker payudara di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta periode Juli-Desember 2006.
Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif dengan alat kartu rekam medis pasien yang menjalani pengobatan kanker payudara. Data yang diambil berupa nomor register, nama lengkap, berat badan, umur, diagnose terakhir, macam dan dosis obat yang digunakan, cara pemberian, komplikasi dan keadaan pasien di akhir pengobatan.
Penelitian dilakukan dalam 3 tahap, yaitu : tahap pengambilan data, tahap pengolahan data, dan tahap analisis data yang dilakukan secara deskriptif evaluatif non eksperimental. Hasil analisis akan dibandingkan dengan Standar Pelayanan Medis RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta Tahun 2006 dan guideline lainnya.




Selengkapnya...

Skripsi Kebidanan

MINAT MAHASISWA PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEBIDANAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS RESPATI YOGYAKARTA UNTUK MELANJUTKAN KE D-IV BIDAN PENDIDIK
INTISARI
Tujuan Penelitian : Mengetahui minat mahasiswa Program Studi Diploma III Kebidanan Universitas Respati Yogyakarta melanjutkan Diploma IV Bidan Pendidik.
Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 107 responden. Instrumen penelitian menggunakan angket.
Hasil : Dari 107 mahasiswa, minat mahasiswa Program Studi D-III Kebidanan melanjutkan ke D-IV Bidan Pendidik diperoleh hasil kategori berminat melanjutkan pendidikan ke Diploma IV Bidan Pendidik yaitu sebanyak 10 orang (9,4%), kategori cukup berminat sebanyak 58 orang (54,2%), kategori kurang berminat 39 orang (36,4%) dan tidak ada mahasiswa yang tidak berminat melanjutkan ke D-IV Bidan Pendidik.
Kesimpulan : Sebagian besar mahasiswa Diploma III Kebidanan berminat dan cukup berminat melanjutkan pendidikan ke Diploma IV Bidan Pendidik dan terdapat beberapa mahasiswa yang kurang berminat melanjutkan Pendidikan ke Diploma IV Bidan Pendidik.
Kata Kunci : Minat, D-IV Bidan Pendidik
Kepustakaan : 19 buku (1993-2008)
Jumlah Halaman : 60 halaman, 2 halaman tabel, 3 halaman gambar




Selengkapnya...

Skripsi Hukum

Pelaksanaan Pembayaran dengan Letter of Credit dan Non Letter of Credit dalam Kegiatan Ekspor Produk Kerajinan Tangan ( handycraft) di Wilayah Yogyakarta
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH
Perdagangan internasional sering diidentikkan dengan kegiatan ekspor impor (exim). Kegiatan ekspor impor yang terjadi di antara negara didasari pada kenyataan bahwa mereka satu sama lain saling membutuhkan dan tidak ada satupun negara yang benar-benar mandiri. Berbicara mengenai exim berarti melibatkan dua atau lebih negara yang berbeda, maka bisa dipastikan bahwa transaksi perdagangan ini pelaksanaan pembayarannya lebih kompleks dibandingkan dengan pembayaran yang timbul dari transaksi lokal antar penduduk dalam satu negara.
Kompleksnya pelaksanaan pembayaran dalam transaksi perdagangan luar negeri (exim) cenderung disebabkan oleh faktor letak geografis yang berjauhan, adanya batas kenegaraan, perbedaan mata uang dan peraturan pemerintah yang mengatur perdagangan internasional di setiap negara. Adanya berbagai faktor tersebut tidak menjadi hambatan bagi para pelaku perdagangan internasional untuk bertransaksi.


OPTIMALISASI TUGAS DAN WEWENANG DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA DALAM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH (TINJAUAN YURIDIS BERDASARKAN UNDANG -UNDANG NO 22 TAHUN 1999 DAN UNDANG - UNDANG NO 32 TAHUN 2004

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Perubahan Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 1 ayat (2) yang menyatakan bahwa kedaulatan di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar, perubahan tersebut berarti bahwa kedaulatan tidak lagi dilaksanakan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat, namun dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar 1945. Hal ini sudah barang tentu menimbulkan beberapa perubahan peraturan perundang-undangan di bidang politik dan pemerintahan.
Bentuk nyata dari kedaulatan rakyat adalah di antaranya Pemilu(Pemilihan umum) baik Pemilihan Lembaga Legislatif maupun Pemilihan Lembaga Eksekutif secara langsung oleh rakyat yang dilaksanakan berdasarkan undang-undang.
Berdasarkan berbagai perundang-undangan Negara Republik Indonesia, salah satunya adalah undang-undang yang mengatur Pemerintahan Daerah terutama yang mengatur Kewenangan dan Tugas Dewan Perwakilan Rakyat Daerah penulis merasa tertarik untuk menelaah dan mengkajinya, karena persoalan Daerah yang menyangkut peranan Legislatif Daerah sering menjadikan objek perbincangan para ahli di bidang Otonomi Daerah.
Selengkapnya...

Skripsi Hukum Islam

TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PELAKSANAAN ZAKAT MĀL OLEH PENGUSAHA KONVEKSI DI DESA TEMPURSARI, KECAMATAN NGAWEN, KABUPATEN KLATEN”
ABSTRAK

Zakat adalah ibadah māliyyah ijtima’iyyah yang memiliki posisi yang sangat starategis, dan menentukan, baik dilihat dari segi ajaran Islam maupun dari segi pembangunan kesejahteraan umat. Sebagai suatu ibadah pokok, zakat termasuk salah satu rukun (rukun ketiga) dari rukun Islam yang lima, sebagaimana diungkapkan dalam berbagai hadits Nabi, sehingga keberadaannya dianggap sebagai ma’lūm minad-dīn bidh-dharūrah atau diketahui secara otomatis adanya dan merupakan bagian mutlak dari keislaman seseorang. Di dalam al-Qur’an terdapat dua puluh tujuh ayat yang menyejajarkan kewajiban shalat dengan kewajiban zakat dalam berbagai bentuk kata. Di dalam al-Qur’an terdapat pula berbagai ayat yang memuji orang-orang yang secara sungguh-sungguh menunaikannya, dan sebaliknya memberikan ancaman bagi orang yang sengaja meninggalkan. Karena itu khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq bertekat memerangi orang-orang yang shalat, tetapi tidak mau mengeluarkan zakat. Ketegasan sikap ini menunjukkan bahwa perbuatan meninggalkan zakat adalah sesuatu kedurhakaan dan jika hal ini dibiarkan, maka akan memunculkan berbagai kedurhakaan dan kemaksiatan.


Banyak sekali kitab/buku fiqih zakat yang menyebutkan tentang harta yang wajib dikeluarkan zakatnya apabila sudah memenuhi persyaratan wajib zakat. Salah satu harta yang wajib dikeluarkan zakatnya adalah harta yang berasal dari usaha yang diperdagangkan. Orang Islam yang mempunyai usaha dagang wajib mengeluarkan zakatnya apapun barang yang diperdangankan (halal).
Sebagaimana di Desa Tempursari, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten, terdapat suatu komunitas usaha industri kecil yaitu konveksi. Usaha industri konveksi merupakan usaha yang membuat berbgai macam pakain jadi. Dari hasil usaha ini kemudian diperdagangkan oleh pemiliknya, karena setiap usaha yang diperdagangkan, mempunyai kewajiban untuk mengeluarkan zakat, yaitu zakat perdangan (tijarah).
Berkaitan dengan pelaksanaan zakat, penyusun mengamati ada kekurangan yang harus dibenahi yaitu berkaitan dengan pendistribusian zakat yang menurut penyusun kontraversi dengan apa yang dicontohkan oleh Rasulullah s.aw. dan itdak sesuai dengan keadilan sosial. Mereka dalam membagikan zakatnya masih bersifat konsumtif tradisional yaitu zakat dibagikan secara langsung kepada para mustahiq zakat, sehingga karena tidak ada pengontrolan secara baik, maka para mustahiq daam mendapat dana zakat secara berlipat-lipat. Hal ini sudah jauh dari pemerataan dan keadilan sosial.
Seedangkan waktu pendistribusian zakat mereka umunya pada bulan Ramadhan, pada hal zakat perdagangan itu harus satu tahun penuh, sedangkan kalau pada bulan Ramadhan belum sampai satu tahun, untuk itu penyusun akan mencoba melakukan penelitian lebih lanjut mengenai pelaksanaan zakat māl oleh pengusaha konveksi di Desa Tempursari, Kecamatan Ngawen, Kabupaten, dalam tinjauan hukum Islam.
Sedangkan dalam penelitian ini, jenis penelitiannya adalah field research dan sifat penelitiannya adalah deskriptif analitik. Sedangkan langkah yang digunakan dalam analisa data dengan menggunakan metode induktif dan deduktif. Induktif digunakan dalam rangka memperoleh gambaran secara detail mengenai pelaksanaan zakat māl oleh pengusaha konveksi di Desa Tempursari, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten. Deduktif adalah cara berfikir yang diambil.
Berdasarkan data yang diperoleh yang bersifat umum kemudian dianalisis untuk disimpulkan pada keadaan yang lebih khusus. Digunakan dalam rangka memperoleh gambaran secara umum mengenai hukum zakat dari hasil usaha konveksi yang ada di Desa Tempursari, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten, sehingga dapat ditarik kesimpulan tentang pelaksanaan zakat māl oleh pengusaha konveksi di Desa Tempursari, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten, yang sesuai dengan hukum islam.



Selengkapnya...

Skripsi-skripsi Gizi dan Kesehatan

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN GIZI OLAHRAGA DENGAN KESEGARAN KARDIORESPIRASI ATLET SEPAKBOLA PERSIBA BANTUL TAHUN 2007
INTISARI
Latar belakang : Sepakbola merupakan olahraga yang menuntut stamina yang kuat atau daya tahan tubuh yang baik sehingga diperlukan pengelolaan gizi yang khusus, termasuk kebiasaan makanan, dan pola makan sehari-hari, sehingga atlet selalu dalam keadaan status gizi dan kesegaran jasmani yang optimum. Permainan ini membutuhkan daya tahan jantung-paru yang menggambarkan kapasitas untuk melakukan aktivitas secara terus menerus dalam waktu lama tanpa kelelahan yang berarti. Sudah menjadi rahasia umum, rendahnya pengetahuan atlet terhadap masalah gizi kurang mendapat perhatian serius dari penyelenggaraan program pemusatan latihan nasional selama ini. Banyak atlet yang kurang disiplin mengenai makanan. Pengetahuan gizi olahraga bagi masyarakat secara umum serta atlet yang sangat penting agar kebutuhannya dapat terpenuhi dan dapat mencapai stamina dan kesegaran kardiorespirasi optimum, sehingga atlet dapat mencapai performa yang terbaik dan meraih prestasi yang membanggakan di bidang olahraga.


Tujuan penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan gizi olahraga, kesegaran kardiorespirasi, serta untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan gizi olahraga dengan kesegaran kardiorespirasi atlet sepakbola Persiba Bantul.
Rancangan penelitian : Penelitian observasional dengan rancangan cross sectional. Subyek penelitian adalah atlet sepakbola yang tergabung di Klub Persiba Bantul pada tahun 2007. Tingkat pengetahuan diukur dengan menggunakan kuesioner. Data kesegaran kardiorespirasi merupakan data sekunder dari Klub Persiba Bantul. Untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan gizi olahraga dengan kesegaran kardiorespirasi digunakan uji korelasi Pearson.
Hasil penelitian : Sebanyak 55% subyek memiliki tingkat pengetahuan gizi olahraga yang cukup dan 45% subyek memiliki tingkat pengetahuan gizi olahraga kurang. Sebanyak 30% subyek memiliki kesegaran kardiorepirasi yang tinggi dan 70% subyek memiliki kesegaran kardiorespirasi yang rendah. Tidak ada hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan gizi olahraga dengan kesegaran kardiorespirasi pada atlet sepakbola Persiba Bantul.
Kesimpulan : Sebagian besar atlet sepakbola Persiba Bantul memiliki tingkat pengetahuan gizi olahraga dan kesegaran kardiorespirasi yang kurang atau rendah. Tidak ditemukan hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan gizi olahraga dengan kesegaran kardiorespirasi pada atlet sepakbola Persiba Bantul.
Kata kunci : tingkat pengetahuan gizi olahraga – kesegaran kardiorespirasi


JUDUL
HUBUNGAN ANTARA SARAPAN PAGI DENGAN FUNGSI KOGNITIF PADA ANAK SEKOLAH DASAR PENDERITA GAKY DI KECAMATAN KISMANTORO KABUPATEN WONOGIRI
INTISARI

Latar Belakang: Gangguan akibat kurang yodium (GAKY) merupakan salah satu masalah gizi utama di Indonesia dan dapat berdampak terhadap perkembangan mental, perkembangan sosial, dan kecerdasan. Sarapan telah digambarkan menjadi makanan yang paling penting dalam sehari yang memberikan kontribusi intake makanan dan energi harian yang dibutuhkan. Untuk anak-anak, sarapan berhubungan dengan belajar dan performa sekolah yang lebih baik. Gangguan akibat kurang yodium (GAKY) dan tidak sarapan pagi dapat menurunkan kemampuan kognitif anak.

Tujuan Penelitian: mengetahui hubungan antara sarapan pagi dengan fungsi kognitif anak yang mengalami gangguan akibat kurang yodium (GAKY)

Metode Penelitian: observasional dengan rancangan cross-sectional. Sampel adalah 173 siswa SD kelas 3 sampai 5 yang mengalami pembesaran kelenjar tiroid minimal grade 1 yang berusia 8 sampai dengan 13 tahun di daerah endemik GAKY, Kismantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Sampel dipilih dengan metode purposive sampling. Pengukuran status GAKY dengan cara palpasi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Pengukuran fungsi kognitif menggunakan test CFIT skala 2. Data dianalisis secara statistik dengan menggunakan uji Chi-Square.

Hasil : Berdasarkan hasil kusioner, 72% sampel biasa sarapan pagi (≥4x/minggu) dan 28% sampel yang tidak biasa sarapan pagi (<4x/minggu). 42,2% sampel mempunyai IQ diatas rata-rata (≥90) dan 57,8% sampel mempunyai IQ dibawah rata-rata (<90). Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara sarapan pagi dengan fungsi kognitif (p>0,05).

Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara sarapan pagi dengan fungsi kognitif.

Kata Kunci : GAKY, sarapan, fungsi kognitif, anak SD


Selengkapnya...

Skripsi-sekripsi Geografi

MORFOKONSERVASI BENTANG LAHAN KARST TUBAN KABUPATEN TUBAN PROPINSI JAWA TIMUR
BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
Geomorfologi adalah studi tentang betuklahan dan proses-proses yang bekerja padanya serta menyelidiki kaitan antara bentuklahan dan proses-proses tersebut mengenai penyebaran keruangannya (Zuidam,1983).
Dari definisi tersebut di atas pada dasarnya geomorfologi mempunyai empat lingkup studi sebagaimana tersebut di bawah ini :
- Studi tentang bentuklahan,
- Studi mengenai proses-proses yang mempunyai kecenderungan merubah bentuklahan,
- Studi morfokronologi, dan
- Studi bentuklahan dalam hubungannya dengan penyebaran keruangan.
Obyek utama dari kajian geomorfologi adalah bentuklahan. Melihat sangat kompleknya bentanglahan yang ada dipermukaan bumi maka disederhanakan ke dalam unit-unit bentuklahan . Seperti dikemukakan oleh Verstappen (1985) bahwa ada sembilan unit bentuklahan berdasarkan genesanya. Salah satunya adalah bentuklahan asal proses solusional (karst).
Di daerah Kabupaten Tuban, Jawa Timur, dijumpai bentanglahan karst yang masih merupakan rangkaian dari Perbukitan Rembang. Litologi penyusun perbukitan ini terdiri dari beberapa batuan sedimen yang berumur Plestosen Atas terdiri dari batu gamping yang mempunyai pengaruh dalam topografi (Pannekoek, 1959).


PERANSERTA PETANI DALAM UPAYA PELESTARIAN HUTAN RAKYAT DI KECAMATAN PRINGKUKU KABUPATEN PACITAN
INTISARI
Upaya pelestarian hutan rakyat penting dilakukan mengingat perannya bagi kesejahteraan ekonomi masyarakat dan kelestarian lingkungan. Pada kenyataannya upaya tersebut sangat memerlukan peranserta petani pemilik lahan sebagai subyek utama dalam pengelolaan hutan rakyat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara keruangan: 1) variasi pengetahuan; 2) variasi persepsi; dan 3) variasi peranserta petani; antar desa dengan status upaya pelestarian yang berbeda, yaitu lokasi program dan bukan program (swadaya) di Kecamatan Pringkuku Kabupaten Pacitan. Rumah tangga petani sebagai unit analisis.
Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Teknik skoring, untuk membuat indeks komposit sebagai dasar penentuan tingkat pengetahuan, persepsi dan peranserta petani; uji-t, untuk mengetahui perbedaan rata-rata skor pengetahuan, persepsi dan peranserta antar dua kelompok petani; korelasi Pearson, untuk mengetahui hubungan antara variabel pengetahuan, persepsi dan peranserta petani; serta analisis tabel silang dan tabel frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan, persepsi dan peranserta petani di desa lokasi program mengenai upaya pelestarian hutan rakyat lebih baik daripada petani swadaya di desa bukan lokasi program, baik dalam hal
pengetahuan dan persepsi mengenai kondisi lahan sasaran, bentuk-bentuk dan manfaat upaya pelestarian, maupun keterlibatan dalam kegiatan program dan praktek-praktek pengelolaan hutan rakyat lestari. Secara umum, pengetahuan memiliki hubungan yang nyata dan positif terhadap pembentukan persepsi dan peranserta petani, demikian pula persepsi terhadap peranserta petani. Namun hasil uji korelasi jenjang di setiap desa menunjukkan bahwa pola hubungan nyata dan positif tersebut secara khusus hanya berlaku pada petani di desa swadaya, tidak di desa program. Alasannya tidak terlepas dari motivasi memperoleh keuntungan dari insentif program (bantuan bibit, pupuk dana). Faktor lain seperti kondisi sosial ekonomi petani yang memiliki hubungan nyata terhadap persepsi dan peranserta petani adalah usia, lama bertani dan pendidikan petani, meskipun ternyata pengaruhnya tidak besar. Arah hubungan yang positif hanya terjadi pada variabel pendidikan.
Kata kunci: hutan rakyat, upaya pelestarian, pengetahuan, persepsi dan peranserta petani.

Selengkapnya...

MORFOKONSERVASI BENTANG LAHAN KARST TUBAN KABUPATEN TUBAN PROPINSI JAWA TIMUR

Jumat, 04 Desember 2009

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Geomorfologi adalah studi tentang betuklahan dan proses-proses yang bekerja padanya serta menyelidiki kaitan antara bentuklahan dan proses-proses tersebut mengenai penyebaran keruangannya (Zuidam,1983).
Dari definisi tersebut di atas pada dasarnya geomorfologi mempunyai empat lingkup studi sebagaimana tersebut di bawah ini :

  • Studi tentang bentuklahan,
  • Studi mengenai proses-proses yang mempunyai kecenderungan merubah bentuklahan,
  • Studi morfokronologi, dan
  • Studi bentuklahan dalam hubungannya dengan penyebaran keruangan.
Obyek utama dari kajian geomorfologi adalah bentuklahan. Melihat sangat kompleknya bentanglahan yang ada dipermukaan bumi maka disederhanakan ke dalam unit-unit bentuklahan . Seperti dikemukakan oleh Verstappen (1985) bahwa ada sembilan unit bentuklahan berdasarkan genesanya. Salah satunya adalah bentuklahan asal proses solusional (karst).
Di daerah Kabupaten Tuban, Jawa Timur, dijumpai bentanglahan karst yang masih merupakan rangkaian dari Perbukitan Rembang. Litologi penyusun perbukitan ini terdiri dari beberapa batuan sedimen yang berumur Plestosen Atas terdiri dari batu gamping yang mempunyai pengaruh dalam topografi (Pannekoek, 1959).
Selama ini masih belum ada yang meneliti mengenai morfokonservasi bentanglahan karst, untuk itu menarik untuk diteliti. Daerah Karst Tuban memiliki beberapa kekhasan, kekhasan tersebut dapat diterangkan seperti berikut.


Seperti disebutkan di atas bahwa perbukitan karst di Tuban merupakan rangkaian dari Perbukitan Rembang. Morfologi karst ini berketinggian antara 50 – 400 m di atas muka laut, dicirikan oleh perbukitan kasar dan terjal, dolina, gua-gua dan sungai bawah tanah. Satuan ini menempati bagian terbesar. Daerah Perbukitan Rembang terdiri dari sejumlah igir yang berarah kurang lebih timur-barat, puncak yang datar dari igir-igir ini terdapat di tuban yang terdiri dari batuan kapur karang. Pannekoek (1939) menjelaskan bahwa tipe topografi yang khusus di bukit Rembang yaitu alur-alur sungai belum dapat memotong lipatan batuan kapur “carapace”. Dalam hal lain di sana terdapat suatu dataran miring dari batuan gamping (plato) dengan memiliki karst topografi, kerucut-kerucut kubah karst, lembah kering, goa-goa, dan lain-lain.
Next............
Selengkapnya...