PERBEDAAN EFEKTIVITAS ANTARA APLIKASI GEL METRONIDASOL 25% DAN GEL KHLORHEKSIDIN 0,2% TERHADAP GINGIVITIS IBU HAMIL
Kajian pada Jumlah Leukosit Poket Periodontal, BOP, Indeks Gingiva Ibu Hamil Trimester Kedua
Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat perbedaan efektivitas antara aplikasi topikal gel metronidasol 25% dan gel khlorheksidin 0,2% terhadap jumlah leukosit poket periodontal, BOP, dan indeks gingiva pada poket ibu hamil trimester kedua. Jumlah sampel 15 ibu hamil trimester kedua dengan poket 3-5 mm.
Rancangan penelitian eksperimental dengan desain kontra lateral, poket interdental M1-M2 rahang bawah sisi kanan diaplikasikan gel khlorheksidin 0,2% dan poket interdental M1-M2 sisi kiri rahang bawah diaplikasikan gel metronidasol 25%, dari hari ke-1 sampai dengan hari ke-6. Pengambilan cairan gingiva di hari ke-0 dan hari ke-7 untuk menghitung jumlah leukosit. Pengukuran klinis, terdiri dari BOP ( bleeding on probing ) dan indeks gingiva yang diukur pada hari ke-0 dan ke-7. Penurunan jumlah leukosit di uji statistik dengan t-test dan anava dua jalur, BOP dan indeks gingiva diuji menggunakan Chi-square.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perbedaan yang bermakna pada penurunan jumlah leukosit (p < 0,05), penurunan BOP tidak bermakna ( p > 0,05), dan penurunan indeks gingiva bermakna (p ≤ 0,05). Kesimpulan gel metronidasol 25% lebih efektif dibandingkan dengan gel khlorheksidin 0,2% terhadap penurunan jumlah leukosit dan indeks gingiva. Pada BOP tidak ada perbedaan antara gel metronidasol 25% dibandingkan dengan gel khlorheksidin 0,2%
Kata kunci: gel metronidasol 25%, gel khlorheksidin 0,2%, leukosit, BOP, Indeks
Gingiva
Abstract S2 Kedokteran Periodonsia
Minggu, 06 Desember 2009
Tesis Abstract Ilmu Kehutanan
KAJIAN PERSEPSI MASYARAKAT PEMILIK HUTAN TERHDAP PELESTARIAN HUTAN RAKYAT DI SUMBA-BARAT
Intisari
Hutan sebagai salah satu penentu ekosistem penyangga kehidupan dan merupakan sumber kemakmuran bagi rakyat. Keberhasilan pengelolaan hutan tidak bisa lepas dari kesadaran dan pentingnya tindakan pelestarian. Keberhasilan masyarakat dalam memanfaatkan lahan secara optimal disebabkan adanya pengetahuan yang mereka miliki, khususnya pengetahuan tentang kelestarian.Tingkat pengetahuan yang mereka miliki akan memberikan wawasan yang luas serta dapat menumbuhkan sikap untuk mengambil keputusan yang tepat dalam pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan.
Penelitian ini dilakukan dengan metode survay: 1) Memberikan kuisiner kepada 36 sampel petani pemilik hutan rakyat di Sumba Barat, pengamatan lapangan pada 78 petak ukur pada 4 strata pertumbuhan untuk memperoleh data vegetasi hutan rakyat di Sumba-Barat dan analisis statistik uji kwadrat chi dan metode regresi linier berganda yang digunakan untuk melihat seberapa baik persepsi masyarakat Sumba-Barat dan hubungan antara sistim pengelolaan hutan rakyat (yang ditunjukan dengan indikator jumlah pohon/ha)dengan beberapa faktor.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi hutan rakyat di Sumba Barat pada tingkat semai didominasi jenis: mahoni dan lamtoro, tingkat sapihan: mahoni dan jati, tingkat tiang: mahoni dan nangka dan tingkat pohon: mahoni dan kemiri. Hasil uji kwadrat chi menunjukan bahwa sebagian besar masyarakat pemilik hutan rakyat di Sumba-Barat (80%) memiliki persepsi yang baik terhadap pelestarian hutan rakyat. Uji regresi linier berganda menunjukkan bahwa faktor kepemilikan ternak dan luas lahan memberikan pengaruh yang nyata terhadap sistim pengelolaan hutan rakyat di Sumba-Barat. Kepemilikan ternak memberikan pengaruh positif, semakin banyak ternak maka semakin baik pula sistim pengelolaan hutan rakyat. Sedangkan luas lahan memberikan pengaruh negatif bahwa semakin luas lahan yang dimiliki maka semakin buruk pula sistim pengelolaan hutan rakyat yang dilakukan.
Kata-kata kunci : Persepsi, Kelestarian, Hutan Rakyat
POLA PENGELOMPOKAN KOMUNITAS MAMAR DI TIMOR POLA PENGELOMPOKAN KOMUNITAS MAMAR DI TIMOR Intisari Mamar merupakan bentuk pengelolaan sumberdaya lahan yang emaduserasikan kepentingan manusia dan lingkungan. Penelitian bertujuan mengetahui struktur dan komposisi vegetasi komunitas mamar, mengetahui pola komunitas mamar dan peranan faktor lingkungan terhadap komunitas mamar. Hipotesis yang diajukan adalah (1), Komunitas mamar memiliki struktur dan komposisi yang beragam pada setiap mintakat; dan (2) Faktor lingkungan berperan terhadap pengelompokan komunitas mamar. Penelitian dilakukan dengan klasifikasi pemintakatan yaitu I (<200) m dpl, II (200-350) m dpl, III (350-500) m dpl dan IV (> 500) m dpl.
Pada setiap kelas mintakat diambil 4 releve mamar, dilakukan analisis vegetasi dengan metode kuadran untuk semua tingkat pertumbuhan. Data dianalisis berdasarkan indeks keanekaragaman jenis Shannon, Indeks Nilai penting (INP), keharaan dan analisis tandan berdasarkan kerapatan jenis, INP dan faktor lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan struktur dan komposisi vegetasi berbeda pada setiap tingkat pertumbuhan. Jumlah jenis tumbuhan tingkat semai 85 jenis, sapihan 90 jenis, tiang 77 jenis dan pohon 69 jenis. Pemintakatan mamar umumnya lebih banyak pada mintakat (200-500) m dpl, indeks kesamaan antar releve tinggi, peran faktor lingkungan terhadap pengelompokan komunitas rendah. Pengelolaan komunitas mamar dapat ditingkatkan melalui pengelolaannya dalam bentuk unit-unit pengelolaan hutan rakyat berbasis masyarakat.
Kata kunci : Mamar, komunitas, pengelompokan dan pengelolaan
Tesis Abstraksi Farmasi
ESTIMASI PERENCANAAN OBAT BERDASARKAN METODE MORBIDITAS SEBAGAI ALTERNATIF PERENCANAAN OBAT DI RSUD Dr. DORIS SYLVANUS PALANGKARAYA
INTISARI
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Doris Sylvanus Palangkaraya dituntut untuk mampu mempunyai keunggulan bersaing (competitive advantage). Penerapan konsep manajemen obat merupakan salah satu strategi penting meningkatkan kemampuan rumah sakit untuk melaksanakan dan mengelola obat dalam jenis dan jumlah obat yang cukup. Instalasi Farmasi RSUD Dr. Doris Sylvanus Palangkaraya sejak tahun 2009 dituntut untuk mampu melayani kebutuhan obat baik untuk pasien umum, pasien ASKES maupun pasien JAMKESMAS sehingga dibutuhkan perencanaan yang tepat. Data konsumsi yang selama ini menjadi dasar dalam perencanaan obat tidak menggambarkan kebutuhan obat di rumah sakit yang sesungguhnya. Sehingga penelitian ini memilih melakukan estimasi perencanaan berdasarkan metode morbiditas sebagai alternatif perencanaan obat untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi Instalasi Farmasi RSUD Dr. Doris Sylvanus Palangkaraya.
Penelitian ini dirancang sebagai penelitian eksperimental dengan menggunakan data primer dan data sekunder yang disampaikan secara deskriptif analitis. Data primer diperoleh dari berupa data kasus penyakit yang ada di RSUD Dr. Doris Sylvanus Palangkaraya tahun 2005 hingga tahun 2007 dan data pedoman standar terapi.
Dari hasil estimasi perencanaan obat dengan metode morbiditas diperoleh gambaran lengkap mengenai pola penyakit yang ditangani dan kebutuhan obat untuk mengatasi 10 kasus penyakit terbesar. Data konsumsi yang saat ini dimiliki Instalasi Farmasi RSUD Dr. Doris Sylvanus Palangkaraya tidak menggambarkan kebutuhan yang sesungguhnya disebabkan tidak lengkapnya data konsumsi yang dimiliki Instalasi Farmasi. Estimasi perencanaan obat dengan metode morbiditas di RSUD Dr. Doris Sylvanus Palangkaraya mampu memberikan gambaran kebutuhan obat yang sesungguhnya khususnya untuk mengatasi 10 (sepuluh) kasus penyakit terbesar, jenis obat yang tidak ada dalam perencanaan saat ini namun dibutuhkan pasien bisa dideteksi, mampu mengantisipasi jika terjadi perubahan pola penyakit, dan dapat digunakan sebagai koreksi pola peresepan.
Kata Kunci : Metode morbiditas, Estimasi perencanaan obat
ANALISIS KESENJANGAN KUALITAS PELAYANAN DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT PANTI NUGROHO YOGYAKARTA DENGAN METODE SERVQUAL
INTISARI
Kualitas pelayanan yang prima menjadi tantangan bagi industri jasa, termasuk Instalasi Farmasi Rumah Sakit Panti Nugroho Yogyakarta. Gagalnya penyampaian jasa yang sesuai harapan pelanggan membuat layanan farmasi yang diberikan tidak berkualitas, sehingga timbul keluhan pelanggan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kesenjangan antara persepsi manajemen atas harapan pelanggan dengan harapan pelanggan yang sesungguhnya, mengetahui kesenjangan antara persepsi dan harapan pelanggan atas kualitas pelayanan instalasi farmasi, mengetahui dimensi yang paling mempengaruhi penilaian kualitas pelayanan secara keseluruhan dengan metode servqual.
Penelitian merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional yang berlokasi di Rumah Sakit Panti Nugroho Yogyakarta. Subyek penelitian terdiri dari 3 kelompok yaitu pasien, perawat, dan Kepala Instalasi Farmasi serta karyawan Instalasi Farmasi sebagai pihak manajemen. Alat penelitian berupa kuisioner yang berisi pertanyaan tentang harapan dan persepsi atas pelayanan instalasi farmasi. Pertanyaanpertanyaan kuisioner terbagi dalam lima dimensi servqual yaitu dimensi tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Data yang diperoleh direkapitulasi dan diberikan skoring yang ditetapkan dengan skala Likert. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan statistik dengan bantuan program SPSS For Windows Release 14.
Hasil penelitian menunjukkan tidak ada kesenjangan antara persepsi manajemen atas harapan pelanggan sesungguhnya; ada kesenjangan antara harapan dan persepsi pelanggan atas kualitas pelayanan instalasi farmasi; dimensi reliability merupakan dimensi yang berpengaruh paling besar pada penilaian kualitas pelayanan secara menyeluruh pada kelompok pasien. Pada kelompok perawat, dimensi assurance dan empathy yang paling besar pengaruhnya pada penilaian kualitas pelayanan secara keseluruhan. Kata Kunci: Kualitas Pelayanan, Instalasi Farmasi Rumah Sakit, Servqual.
Abstraksi Tesis Psikologi
PENINGKATAN EFIKASI DIRI TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN KARIR MELALUI PELATIHAN PERENCANAAN KARIR
INTISARI
Pada manajemen karir individual, individu dihadapkan pada pilihanpilihan karir hingga membuat keputusan-keputusan karir. Efikasi diri memiliki peranan yang penting dalam pengambilan keputusan karir.
Efikasi diri terhadap pengambilan keputusan karir adalah keyakinan individu bahwa ia dapat sukses menilai kemampuan dirinya dengan tepat, mengumpulkan informasi-informasi mengenai karir, menyeleksi tujuan karir, membuat rencana-rencana karir untuk masa depan, dan memecahkan permasalahan karir.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelatihan perencanaan karir dalam meningkatkan efikasi diri terhadap pengambilan keputusan karir. Penelitian ini melibatkan 40 orang yang dibagi kedalam dua kelompok. Kelompok eksperimen yang terdiri dari 20 orang mendapatkan pelatihan perencanaan karir dan kelompok lain yang juga terdiri dari 20 orang sebagai kelompok kontrol.
Skala efikasi diri terhadap pengambilan keputusan karir diberikan kepada setiap subjek penelitian untuk mengukur efikasi diri terhadap pengambilan keputusan karir. Tes awal diberikan seminggu sebelum pelaksanaan pelatihan perencanaan karir. Tes akhir diberikan sebulan setelah pelaksanaan pelatihan perencanaan karir. Hipotesis diuji menggunakan anava repeated measures. Hasil analisis data menunjukkan bahwa efikasi diri terhadap pengambilan keputusan karir meningkat secara signifikan setelah dilberikan pelatihan perencanaan karir (F=6,45, p<0,05). Ada perbedaan efikasi diri terhadap pengambilan keputusan karir yang signifikan pada kelompok eksperimen antara tes awal dan tes akhir (t=-10,709, p<0,05) dan peningkatan rerata efikasi diri terhadap pengambilan keputusan karir pada kelompok eksperimen adalah 18,8 (tes awal= 155,35 dan tes akhir=174,15).
Kata kunci : efikasi diri terhadap pengambilan keputusan karir, pelatihan perencanaan karir.